Afinitas Elektif
elective affinity
Ringkasan Singkat
Perasaan simpati, ketertarikan, atau hubungan yang kuat terhadap orang, benda, atau gagasan tertentu.
Afinitas elektif adalah istilah yang menggambarkan kecenderungan individu untuk tertarik atau merasa terhubung dengan elemen tertentu dalam lingkungannya. Secara historis, istilah ini berasal dari proses kimiawi, namun mendapatkan makna kiasan baru setelah publikasi novel The Elective Affinities oleh Johann Wolfgang von Goethe pada tahun 1809.
Dalam sosiologi dan psikologi sosial, istilah ini sering digunakan untuk menjelaskan preferensi atau kesamaan perasaan yang membentuk identitas budaya, nasional, atau kelompok tertentu. Hal ini merujuk pada kekuatan tak terlihat yang menarik kelompok-kelompok sosial atau ide-ide yang berbeda untuk menyatu atau saling mempengaruhi berdasarkan kecocokan intrinsik mereka.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Goethe, J. W. v. (1809). Die Wahlverwandtschaften.
- Weber, M. (1905). The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.